Validasi Data Program ISPA/Pneumonia, Perkuat Akurasi Data dan Upaya Pengendalian Penyakit

Brebes, 16 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) menggelar kegiatan Validasi Data Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ISPA/Pneumonia di Aula Gedung IDI Brebes, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh para programer Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, ketepatan, dan validitas data kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program kesehatan di Kabupaten Brebes.

Dalam sambutannya, Programer P2 Dinkesda Kabupaten Brebes, Fatqiyatu Rohmah, SKM, MPH, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh petugas kesehatan yang telah berkontribusi dalam pencapaian target penemuan kasus Pneumonia pada balita.

“Kita bangga, karena Brebes satu-satunya dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sudah memenuhi target penemuan kasus Pneumonia pada balita. Ini berkat kerja keras kita semua,” ujarnya.

Menurut Fatqiyatu, capaian tersebut menjadi bukti komitmen dan sinergi yang kuat antara Dinas Kesehatan, puskesmas, serta seluruh tenaga kesehatan dalam meningkatkan deteksi dini dan penanganan Pneumonia pada balita. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh petugas tetap menjaga kualitas pelaporan dan terus meningkatkan kinerja program di lapangan.

Pada sesi materi, narasumber Herdiana Kharisma Ningtyas, A.Md. kG, selaku Programer ISPA Dinkesda Kabupaten Brebes, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan data program.

“Mudah-mudahan kita bisa lebih baik lagi, apalagi kita memiliki aplikasi yang dapat memudahkan untuk mendapatkan data yang terbarui dan lebih cepat,” jelasnya.

Herdiana juga mengungkapkan bahwa ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Berdasarkan data pelayanan kesehatan, ISPA masih menempati peringkat pertama dalam daftar 10 besar penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

“ISPA masuk peringkat pertama untuk 10 besar penyakit. Masih banyak kasus ISPA yang ditemukan di puskesmas maupun rumah sakit,” tambahnya.

Melalui kegiatan validasi data ini, peserta melakukan pencermatan dan penyelarasan data pelaporan kasus ISPA dan Pneumonia guna memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan kondisi riil di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi dan evaluasi untuk mengidentifikasi kendala serta merumuskan langkah-langkah perbaikan dalam pelaksanaan program.

Dinkesda Kabupaten Brebes berharap kegiatan validasi data ini dapat meningkatkan kualitas sistem surveilans penyakit, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta mendukung upaya pengendalian dan pencegahan ISPA/Pneumonia secara lebih efektif guna mewujudkan masyarakat Brebes yang sehat dan berkualitas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top