Evaluasi Program Diare dan Tifoid, Dinkesda Brebes Perkuat Surveilans dan Pelaporan Epidemiologi

BREBES — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes melalui program surveilans menggelar Pertemuan Evaluasi Program PISP (Program Diare dan Tifoid), Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut digelar di Aula Besar Dinkesda Kabupaten Brebes.

Pertemuan diikuti oleh petugas program Diare dan Tifoid dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, melihat perkembangan capaian, sekaligus memperkuat koordinasi dalam upaya pengendalian penyakit Diare dan Tifoid di wilayah Kabupaten Brebes.

Kepala Bidang P2PTM Dinkesda Kabupaten Brebes, drg. Adhi Pujo Astowo, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelaksanaan program di lapangan.

“Semoga evaluasi program Diare dan Tifoid tahun ini bisa berjalan dengan baik,” ujar drg. Adhi Pujo Astowo.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi berbagi pengalaman dari para narasumber. Narasumber pertama, Agita Maris, S.KM, staf surveilans Dinkesda Kabupaten Brebes, menyampaikan materi mengenai Evaluasi Program Diare dan Tifoid Tahun 2025 dan Tahun 2026 periode Januari–Juli 2026.

Materi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan pelaksanaan program dari waktu ke waktu. Evaluasi dilakukan sebagai bahan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta hal-hal yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan program Diare dan Tifoid di tingkat puskesmas.

Selanjutnya, Ratna Panji Astuti, S.Kep., Ners dari Puskesmas Kecipir mengisi sesi sharing session mengenai evaluasi Diare dan Tifoid. Sesi ini memberikan ruang bagi para petugas puskesmas untuk berbagi pengalaman dan praktik pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing.

Narasumber berikutnya, Eva Dianasari, S.Kep dari Puskesmas Sirampog, menyampaikan materi terkait evaluasi program Diare. Pembahasan diarahkan pada pelaksanaan program serta berbagai aspek yang perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan pengendalian kasus Diare di masyarakat.

Sementara itu, Retno Ayu Safitri, S.KM dari Puskesmas Jatibarang menyampaikan materi mengenai laporan epidemiologi Diare dan Tifoid. Pelaporan epidemiologi menjadi salah satu unsur penting dalam surveilans karena dapat mendukung proses pemantauan situasi penyakit serta menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut.

Melalui pertemuan evaluasi tersebut, Dinkesda Kabupaten Brebes mendorong adanya kesamaan pemahaman dan penguatan koordinasi antara pengelola program di tingkat kabupaten dengan petugas di seluruh puskesmas.

Evaluasi tidak hanya menjadi ruang untuk melihat hasil pelaksanaan program, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dari pengalaman di lapangan, memperbaiki pelaksanaan kegiatan, serta meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan.

Dengan koordinasi yang semakin kuat dan dukungan data epidemiologi yang baik, pelaksanaan program Diare dan Tifoid di Kabupaten Brebes diharapkan dapat semakin efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top