Pendampingan Kontingensi Gizi Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Korban Terdampak Bencana

Brebes, 16 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Seksi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Pendampingan Kontingensi Gizi Bencana Kabupaten Brebes pada Kamis (16/7/2026) di Aula KPT Kabupaten Brebes Lantai 6.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain jajaran Dinkesda Kabupaten Brebes, seluruh puskesmas se-Kabupaten Brebes, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BPBD, Kodim, Polres, PMI, DPC Persagi Kabupaten Brebes, serta Direktur Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi situasi bencana, khususnya dalam aspek pemenuhan dan penanganan gizi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui penyusunan rencana kontingensi dan penguatan koordinasi lintas sektor, diharapkan pelayanan kesehatan dan gizi dapat tetap berjalan optimal saat terjadi kondisi darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada proses evakuasi korban, tetapi juga harus memperhatikan kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat terdampak.

“Dalam penanganan bencana ini jangan hanya fokus terhadap evakuasi fisiknya saja, tetapi kita juga harus fokus pada korban bencana agar tidak mengalami kekurangan gizi. Semoga melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dapat terbentuk pedoman dan tata cara penanganan bencana yang lebih baik, khususnya dalam aspek gizi,” ujar dr. Heru.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Haris Kurniawan, SKL, menyampaikan pentingnya pembentukan sub-klaster gizi bencana sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak.

“Pembentukan sub-klaster gizi bencana menjadi salah satu langkah penting agar pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih terkoordinasi dan optimal. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan gizi kelompok rentan tetap terpenuhi dalam situasi darurat,” jelas Haris.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan paparan dari Kasubag Program dan Pelaporan BPBD Kabupaten Brebes, Ir. Ada Muakhor, ST., MT., yang menyampaikan materi mengenai Perencanaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Brebes. Dalam paparannya dijelaskan berbagai potensi bencana yang ada di wilayah Kabupaten Brebes serta strategi kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Dinkesda Kabupaten Brebes berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme penanganan gizi pada situasi bencana. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antarinstansi diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus memastikan perlindungan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia saat terjadi bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top