BREBES – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes melalui Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan serta Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Kesehatan Reproduksi (Kespro), Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut digelar di Amarta Convention Hall, Hotel Dedy Jaya Brebes. Kegiatan diikuti oleh programmer/PIC program dari puskesmas serta perwakilan 17 rumah sakit se-Kabupaten Brebes.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dan pihak terkait dari Poltekkes Semarang serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di antaranya Edy Purwanto, SKM., MSc.PH., Siti Nurgaini, SKM., M.Kes., dan Dr. Mufliha Isnawati, DCN., M.Kes.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa supervisi fasilitatif harus menjadi bagian dari proses perbaikan layanan, bukan sekadar kegiatan untuk mencari kekurangan.
“Saya harapkan dengan evaluasi fasilitatif ini bukan sekadar mencari kesalahan dan mencari pembenaran, tapi bagaimana kita mengoreksi. Data adalah awalan kita, bagaimana kita untuk mengintervensinya,” ungkap dr. Heru.
Menurutnya, data menjadi dasar penting dalam menentukan langkah intervensi program kesehatan. Dengan data yang tepat dan evaluasi yang dilakukan secara objektif, permasalahan di lapangan dapat dipetakan sehingga tindak lanjut yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran.
Kegiatan koordinasi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara Dinkesda, puskesmas, rumah sakit, serta berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan program kesehatan. Jejaring layanan yang kuat diharapkan mampu mendukung kesinambungan pelayanan, mulai dari tingkat masyarakat hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi dari tiga narasumber. Narasumber pertama, Viki Dwi Oktarani, S.Gz., menyampaikan materi terkait pelaksanaan program gizi. Selanjutnya, Anita Fitarani Ekaputri, S.Kom., memberikan penguatan terkait aspek program dan pemanfaatan informasi, sedangkan Aryo Munginsidy, S.Kom., M.Kom., turut memberikan materi dalam mendukung penguatan implementasi program melalui pemanfaatan teknologi dan sistem informasi.
Melalui supervisi fasilitatif, peserta tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan program, tetapi juga didorong untuk menemukan solusi dan menyusun langkah perbaikan secara bersama-sama.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi, KIA, dan kesehatan reproduksi di Kabupaten Brebes. Selain itu, koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin memperkuat jejaring pelayanan sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, bermutu, dan berkesinambungan.
Dinkesda Kabupaten Brebes berkomitmen menjadikan hasil evaluasi dan data program sebagai dasar dalam menyusun intervensi serta perbaikan layanan. Dengan kolaborasi antara puskesmas, rumah sakit, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan Kementerian Kesehatan, penguatan program kesehatan keluarga dan gizi di Kabupaten Brebes diharapkan dapat terus berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.